Meja 17

Meja 17 ialah sebuah  novel antiplot tulisan Irwan Abu Bakar.

Asalnya diterbitkan dengan judul Cinta Berbalas Di Meja 17 (Kuala Lumpur: Esastera Enterprise, 2008).  Mengandungi 17 bab:  Bab 1- Bab 17.

Edisi keduanya diterbitkan dengan judul Meja 17 (Kuala Lumpur: Esastera Enterprise, 2012).

Versi bahasa Indonesianya diterbitkan pada Ogos 2014 dengan judul Meja 17 (Jakarta: E Sastra Management Enterprise, 2014). Edisi ini disertakan dengan bab tambahan, Bab 17+1: Wawancara.

Sampul 17 Final

ULASAN: Novel ini sungguh menarik dari segi tematik, karena bisa mengaduk realitas sosial-budaya terkini tidak hanya realitas sosial budaya di Malaysia, melainkan terjadi hampir di seluruh dunia. Gaya penutur yang omnipresent (serba tahu) berhasil dikemas dan dimainkan tepat sasaran. Hal menarik lainnya terletak dari gaya bahasa yang digunakan. Tidak banyak pemanfaatan metafora untuk menimbulkan kesan estetik, bahkan cenderung lugas. Jadi mudah saja menangkap cerita. Tetapi bicara pesan tidak begitu mudah. Karena pesan dengan teks yang ada saling berlawanan. Teks bicara “barat” ternyata pesan yang ingin disampaikan bicara “timur”. Dengan kata lain, Prof. Dr. Wan Abu Bakar benar-benar sanggup menjadikan kesederhanaan sebagai pembawa pesan yang mendalam! – Muhammad Rois Rinaldi (penyair, cerpenis, pengurus Dewan Kesenian Cilegon, dan aktif menulis di internet dan di beberapa media massa Indonesia).

Di Indonesia, novel Meja 17 dapat dibeli dari kedai-kedai buku atau secara online dari solusibuku.com.

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s